Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 02 April 2011

TAMAN NASIONAL KUTAI

Posting blog oleh Nanang Sasmita, M.Si

Sejarah Kawasan

Kawasan ini semula berstatus sebagai Hutan Persediaan dengan luas 2.000.000 ha berdasarkan Surat Keputusan (SK) Pemerintah Belanda (GB) Nomor: 3843/AZ/1934, yang kemudian oleh Pemerintah Kerajaan Kutai ditetapkan menjadi Suaka Margasatwa Kutai melalui SK (ZB) Nomor: 80/22-ZB/1936 dengan luas 306.000 ha.

Sejak keberadaan Taman Nasional Kutai memang tidak pernah lepas dari konflik kepentingan. Berdasarkan data yang ada, dalam kurun waktu 63 tahun terakhir terhitung sejak tahun 1934 sampai tahun 1997 kawasan ini terus mengalami pengurangan luas secara drastis seperti tersaji dalam Tabel di bawah ini.

Tabel Sejarah Kawasan Taman Nasional Kutai

Institusi

Keputusan

Status

Luas (ha)

Keterangan

Pemerintah Hindia Belanda

SK (GB) No. 3843/Z/1934

Hutan Persediaan

2.000.000


Pemerintah Kerajaan Kutai

SK (ZB) No. 80/22-B/1936

Suaka Margasatwa

306.000

Ditetapkan menjadi Suaka Margasatwa

Menteri Pertanian

SK No. 110/UN/ 1957, tanggal 14 Juni 1957

Suaka Margasatwa Kutai

306.000


Menteri Pertanian

SK No. 30/Kpts/ Um/6/1971, tanggal 23 Juli 1971

Suaka Margasatwa Kutai

200.000

Dilepas 106.000 ha, 60.000 ha yang masih asli untuk HPH PT kayu Mas dan sisanya untuk perluasan Industri pupuk dan gas alam. 100.000 ha yang dikelola oleh HPH pada tahun 1969 kemudian dikembalikan ke SMK

Menteri Pertanian

SK No. 736/ Mentan/X/ 1982

Taman Nasional Kutai

200.000

Dideklarasikan pada Kongres Taman Nasional III Sedunia di Bali sebagai satu dari 11 calon TN

Menteri Kehutanan

SK No. 435/Kpts-XX/ 1991

Taman Nasional Kutai

198.629

Luasnya dikurangi 1.371 ha untuk perluasan Bontang dan PT Pupuk Kaltim

Menteri kehutanan

SK Menteri Kehutanan

No. 325/Kpts-II/1995

Taman Nasional Kutai

198.629

Perubahan fungsi dan penunjukan SMK menjadi Taman Nasional Kutai

Menteri Kehutanan

Surat No. 997/ Menhut-VII/ 1997

Taman Nasional Kutai

198.629

Izin prinsip pelepasan kawasan TN Kutai seluas 25 ha untuk keperluan pengembangan fasilitas pemerintah daerah Bontang

Sumber: Surat-surat Keputusan dan PHPA, 1991

Pengukuhan Kawasan

Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam Nomor: 129/Kpts/DJ-VI/1996 tentang Pola Pengelolaan Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam, Taman Buru, dan Hutan Lindung, menyebutkan bahwa pengukuhan status kawasan dimulai dari proses penunjukan kawasan, penataan batas, pengukuran, pemetaan sampai pada proses penetapan status kawasan.

Pengelolaan TN Kutai membutuhkan kepastian kawasan sehingga memiliki kepastian hukum yang pada akhirnya memiliki konsekuensi hukum. Dalam hal pengukuhan kawasan, TN Kutai baru sampai pada tahap penunjukan kawasan (SK Menteri Kehutanan No. 325/Kpts-II/1995) dan saat ini TN Kutai sedang dalam proses penyelesaian berita acara tata batas sebagai bahan untuk dilanjutkan ke proses penetapan kawasan dalam rangka penegasan status hukum kawasan taman nasional. Data TN Kutai yang telah ditata batas tersaji dalam di bawah ini.

Tabel Hasil Tata Batas TN Kutai

No.

Fungsi Kawasan

Luas (ha)

Panjang Batas (m)

Sudah ditata batas

Rekonstrukasi Batas

Ket.

Panjang (m)

Tahun

Panjang (m)

Tahun

1

Konservasi

198.629

274.021,17

84.358

1979

11.000

9.000

1982

1984

BPKH

2

Enclave



29.880

1999

10.000

10.000

1986

1989

Badan SIG Kutai Timur

3

Konservasi



159.783,17

2002

53.000

31.358

68.000

1992

1995

2004

BPKH

Sumber : Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah V (2005)

Letak, Topografi dan Penutupan Lahan

TN Kutai membentang di sepanjang garis khatulistiwa mulai dari pantai Selat Makassar sebagai batas bagian timur menuju arah daratan sepanjang kurang dari 65 km. Kawasan ini juga dibatasi Sungai Sangatta di sebelah utara, sebelah selatan dibatasi Hutan Lindung Bontang dan HPH PT Surya Hutani Jaya, dan sebelah barat dibatasi ex HTI PT Kiani Lestari dan HPH PT Surya Hutani Jaya.

TN Kutai secara geografis berada di 0°7’54”-0°33’53” LU dan 116°58’48”-117°35’29” BT, sedangkan secara administrasi pemerintahan, kawasan dengan luas 198.629 ha ini terletak di Kabupaten Kutai Timur (± 80%), Kabupaten Kutai Kartanegara (± 17,48%) dan Kota Bontang (± 2,52%).


Berdasarkan hasil pengolahan Citra Radar tahun 2005, diperoleh informasi bahwa secara umum TN Kutai memiliki topografi datar yang tersebar hampir di seluruh luasan kawasan (92%) dan topografi bergelombang hingga berbukit-bukit tersebar pada bagian tengah kawasan yang membentang arah utara selatan (8%). Sebagian besar kawasan memiliki kelas ketinggian antara 0 – 100 m dpl (61%) yang tersebar pada bagian timur dan barat kawasan. Tingkat ketinggian bagian tengah kawasan antara 100 – 250 m dpl (39%).


Deskripsi penutupan lahan paling mutakhir dihasilkan dari interpretasi citra landsat yang dilakukan pada bulan September 2005. Berdasarkan hasil interpretasi citra landsat ini, luas kawasan TN Kutai bertambah menjadi 198.803,59 ha. Penutupan lahan dapat dilihat pada Tabel di bawah ini dan Peta citra landsat.

Tabel Deskripsi Penutupan Lahan TN Kutai

Kategori

Luas (ha)

% Kawasan

Keterangan

Hutan primer

59.202,14

29,78

Terdapat di bagian tengah kawasan dan menyebar ke arah barat sampai utara.

Hutan sekunder

85.931,03

43,22

Terdapat di bagian barat kawasan yang berbatasan dengan wilayah konsesi HPH.

Belukar

28.952,26

14,56

Akibat aktivitas pembalakan, pemukiman, dan kegiatan pertanian lahan kering oleh masyarakat dan bencana kebakaran.

Semak

2.452,68

1,23

Alang-alang

705,47

0,35

Rawa

4.712

2,37


Belukar rawa

1.802,88

0,91


Mangrove

5.131,55

2,58

Formasi yang masih utuh terdapat di Desa Teluk Pandan hingga Teluk Kaba. Sedangkan di pesisir Desa Sangatta Selatan sangat rentan terhadap degradasi.

Tanah terbuka

329,38

0,17


Konversi mangrove menjadi lahan terbuka

1.205,53

0,61

Terdapat di pesisir bagian selatan (Dusun Kanimbungan) dan bagian tengah (Desa Sangkima).

Tambak

155,81

0,08


Pertanian campuran

6.935,36

3,49


Lahan terbangun

577,94

0,29


Tubuh air

73,08

0,04


Tidak ada data

636,01

0,32


Jumlah

198.803,59

100,00


Sumber : Citra Landsat, 2005


Geologi dan Tanah

Berdasarkan peta geologi Kalimantan Timur, formasi geologi kawasan ini sebagian besar meliputi tiga bagian, yaitu:

1. Bagian pantai terdiri dari batuan sedimen alluvial induk dan terumbu karang.

2. Bagian tengah terdiri dari batuan miosen atas.

3. Bagian barat terdiri dari batuan sedimen bawah.

Menurut pembagian tanah Kalimantan Timur, jenis tanah yag terdapat pada kawasan ini tersaji dalam Tabel di bawah ini.

Tabel Jenis Tanah TN Kutai

No.

Jenis Tanah

Bahan Induk

Fisiografi

1

Alluvial

Batuan alluvial

Daratan

2

Podsolik merah kuning

Batuan beku dan endapan

Bukit dan pegunungan lipatan

3

Podsolik, latosol dan litosol

Batuan beku endapan metamorf

Pegunungan patahan

4

Organosol gleihumus

Batuan alluvial

Daratan

Sumber : Peta Tanah Kalimantan Timur Skala 1 : 5000.000 (1986)

Iklim dan Hidrologi

Berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson, TN Kutai beriklim tipe B dengan nilai Q berkisar antara 14,3 % - 33, 3 %. urah hujan rata-rata setahun 1543,6 mm atau rata-rata 128,6 m dengan rata-rata hari hujan setahun 66,4 hari atau rata-rata bulanan 5,5 hari. Suhu rata-rata adalah 26oC (berkisar antara 21-34 derajat Celcius) dengan kelembaban relatif 67% - 9% dan kecepatan angin normal rata-rata 2 – 4 knot/jam (Site Plan Kepariwisataan TN Kutai, 1995).

Sungai-sungai yang mengalir di dalam dan sekitar TN Kutai antara lain: Sungai Sangatta, Sungai Banu Muda, Sungai Sesayap, Sungai Sangkima, Sungai Kandolo, Sungai Selimpus, Sungai Teluk Pandan, Sungai Palakan, Sungai Menamang Kanan, Sungai Menamang Kiri, Sungai Tawan, Sungai Melawan dan Sungai Santan seperti tersaji dalam Peta.



Ekosistem

Tipe-tipe ekosistem yang terdapat di TN Kutai antara lain (BTNK, 2001):

1. Hutan Dipterocarpaceae campuran, sebagian besar terdapat di bagian timur kawasan. Pada kawasan bekas kebakaran telah muncul Macaranga dan perdu.

2. Hutan Ulin-Meranti-Kapur, terdapat di bagian barat TN Kutai yang drainase tanahnya kurang baik sampai sedang dan mencakup hampir 50% dari luas TN Kutai.

3. Vegetasi hutan mangrove dan tumbuhan pantai, terdapat di sepanjang pantai Selat Makassar.

4. Vegetasi hutan rawa air tawar, tersebar pada daerah kantong-kantong sepanjang sungai dan mengandung endapan lumpur yang dibawa banjir.

5. Vegetasi hutan kerangas, terdapat di sebelah barat Teluk Kaba.

6. Vegetasi hutan tergenang apabila banjir, terdapat pada daerah di sepanjang sungai yang drainase tanahnya kurang baik sampai sedang.

Kelurahan/Desa yang Berbatasan Langsung dengan TN Kutai

Daftar desa/kelurahan yang berbatasan langsung dengan TN Kutai tersaji dalam Tabel di bawah ini.

Tabel Kelurahan/Desa yang Berbatasan Langsung dengan TN Kutai

Kota Bontang

Kab. Kutai Kartanegara

Kab. Kutai Timur

a. Kec. Bontang Utara

· Kel. Bontang Baru

· Kel. Bontang Kuala

· Kel. Lok Tuan

· Kel. Guntung

· Kel. Gunung Elai

· Kel. Belimbing

a. Kec. Marangkayu

· Desa Santan Ulu

b. Kec. Muara Kaman

· Desa Menamang Kanan

· Desa Menamang Kiri

a. Kec. Rantau Pulung

· Desa Rantau Pulung

· Desa SP Mawai

b. Kec. Muara Bengkal

· Desa Muara Bengkal

· Desa Benua Baru

c. Kec. Muara Ancalong

· Desa Bliwit

d. Kec. Sangatta Utara

· Desa Teluk Lingga

· Desa Kabo Jaya

· Desa Sangatta Utara

e. Kec. Teluk Pandan

· Desa Suka Rahmat

· Desa Suka Damai

· Desa Danau Redan